
SAMARINDA – Suasana Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Samarinda pada Selasa (9/6/2026) pagi tampak jauh lebih ceria dan riuh dari biasanya. Ratusan siswa berkumpul dengan mata berbinar dan tawa yang renyah. Mereka tengah asyik menyaksikan aksi panggung istimewa dari tim relawan Kampung Dongeng Etam.
Kegiatan ini digelar sebagai bentuk edukasi karakter yang dikemas lewat media tutur cerita (mendongeng) yang interaktif, menghibur, sekaligus sarat akan pesan moral bagi para siswa.
Sihir Dongeng Kak Triyana di temani Kak Nara Bikin Siswa Antusias
Tampil sebagai bintang utama, Kak Triyana, pendongeng dari Kampung Dongeng Etam, sukses menyihir perhatian seluruh siswa dari kelas rendah hingga kelas tinggi. Dengan gaya yang ekspresif, olah suara yang jenaka, dan interaksi yang hidup, Kak Triyana membawa anak-anak masuk ke dalam dunia imajinasi yang seru.

Tidak sekadar memancing tawa, di sela-sela ceritanya Kak Triyana dengan lihai menyelipkan pesan-pesan penting, seperti:
* Pentingnya menghormati guru dan orang tua.
* Ajakan untuk rajin belajar serta bersyukur kepada Allah SWT.
* Pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan madrasah.
Apresiasi dari Pihak Madrasah
Kehadiran Kampung Dongeng Etam ini mendapat sambutan yang sangat hangat dari pihak sekolah. PLT Kepala MIN 2 Samarinda, Pak Muhammad Amirullah, mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasinya yang mendalam atas inisiatif kreatif ini.
Menurut beliau, metode mendongeng seperti ini merupakan instrumen yang sangat efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan pada anak-anak tanpa membuat mereka merasa bosan.
”Anak-anak zaman sekarang sangat butuh stimulasi literasi yang menyenangkan. Lewat dongeng yang dibawakan Kak Nanda, pesan moral bisa tersampaikan dengan sangat natural tanpa terkesan menceramahi. Kami berharap kegiatan positif seperti ini bisa terus berlanjut,” ujar Pak Muhammad Amirullah.
Menumbuhkan Imajinasi di Era Digital

Kampung Dongeng Etam sendiri merupakan komunitas yang terus berkomitmen membumikan kembali budaya tutur di Kalimantan Timur. Di tengah gempuran gadget dan era digital, kehadiran mereka di MIN 2 Samarinda membuktikan bahwa dongeng tetap memiliki daya pikat tersendiri yang tak tergantikan bagi dunia anak-anak.

Acara yang berlangsung penuh ceria tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab berhadiah, dan foto bersama siswa -siswi MIN 2 Samarinda.