Samarinda – Rangkaian agenda Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) Tahun 2026 di MIN 2 Samarinda berlangsung dengan sukses, lancar, dan penuh antusiasme tinggi. Pelaksanaan asesmen bagi para pendidik di madrasah ini terbagi ke dalam beberapa gelombang waktu sesuai dengan jadwal resmi nasional yang telah ditetapkan.
Sebagian pendidik telah mengikuti asesmen pada Selasa, 6 Oktober 2026, yang mencakup guru pengampu bidang studi tertentu seperti Bahasa Arab, Akidah Akhlak, dan Al-Qur’an Hadis. Deretan guru MIN 2 Samarinda yang mengikuti asesmen pada tanggal tersebut meliputi Salimah, S.Pd., Husin Kaderi, S.Pd.I., Hifdhil Irtifa, S.Pd.I., Mona Rizki, S.Pd., Mujahidin, S.Ag., dan Fahruzzamani, S.Pd.

Kehadiran para pengampu bidang studi pada hari pertama ini menunjukkan dedikasi yang tinggi. Di tengah tantangan digitalisasi asesmen, mereka tampak antusias mempersiapkan diri, memastikan setiap perangkat berfungsi dengan baik, serta mengikuti arahan panitia pusat dan madrasah agar proses ujian berjalan tanpa kendala berarti.

Sebagai garda terdepan dalam pembentukan karakter anak di tingkat madrasah ibtidaiyah, keikutsertaan para guru pengampu mata pelajaran dasar ini menjadi momentum penting. Mereka dituntut untuk tidak hanya menguasai pengelolaan kelas yang interaktif, tetapi juga memperkuat fondasi keilmuan agama yang terintegrasi dengan metode pembelajaran modern.
Suasana ruang asesmen tampak khidmat namun penuh semangat kebersamaan. Para pendidik saling memberikan dukungan moral satu sama lain, membuktikan bahwa semangat belajar dan meningkatkan kapasitas diri tidak pernah luntur di kalangan guru-guru MIN 2 Samarinda demi memberikan pengajaran terbaik bagi para siswa di madrasah.


Partisipasi para guru bidang studi keagamaan ini bukan sekadar pemenuhan agenda formal, melainkan wujud nyata kesadaran kolektif akan pentingnya evaluasi diri. Melalui asesmen ini, para pendidik berkesempatan merefleksikan kembali metode pedagogik yang diterapkan sehari-hari, sehingga ke depannya mampu menghadirkan suasana kelas yang semakin inspiratif dan menyenangkan bagi peserta didik.
Pada hari sebelumnya, para guru kelas di MIN 2 Samarinda turut ambil bagian dengan penuh antusias untuk mengikuti rangkaian asesmen sesuai jadwal sesi yang telah ditentukan. Keikutsertaan para guru kelas ini menjadi wujud nyata komitmen pendidik tingkat dasar dalam mengukur kemampuan pedagogik sekaligus memastikan standar kualitas pengelolaan kelas dan penyampaian materi pembelajaran berjalan optimal.

Kehadiran para guru kelas dalam gelaran AKGTK 2026 ini memegang peranan yang sangat krusial. Sebagai garda terdepan di tingkat madrasah ibtidaiyah, guru kelas tidak hanya bertanggung jawab atas pengelolaan dinamika kelas sehari-hari, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter, disiplin, dan kecerdasan intelektual peserta didik sejak usia dini.

Melalui asesmen ini, para guru kelas diberikan ruang refleksi yang mendalam untuk mengukur kembali efektivitas metode pengajaran tematik serta pendekatan psikologis anak yang mereka terapkan. Evaluasi tersebut mencakup kemampuan merancang suasana belajar yang inklusif, ramah anak, serta mampu mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa yang beragam di dalam satu ruang kelas.
Suasana pelaksanaan ujian bagi para guru kelas tampak berlangsung dengan penuh kesungguhan dan konsentrasi tinggi. Mereka secara teliti menjawab berbagai butir soal yang dirancang untuk menguji kompetensi pedagogik, profesional, serta pemahaman mendalam mengenai manajemen kelas modern dan integrasi nilai-nilai moderasi beragama dalam proses belajar mengajar.

Partisipasi aktif ini menegaskan bahwa tenaga pendidik di MIN 2 Samarinda senantiasa berorientasi pada peningkatan kualitas berkelanjutan. Dengan berbekal hasil evaluasi asesmen ini, para guru kelas diharapkan semakin siap menghadirkan inovasi pembelajaran yang kreatif, inspiratif, dan menyenangkan guna mencetak generasi madrasah yang unggul secara akademik maupun berakhlak mulia.

Rangkaian gelombang asesmen kemudian berlanjut pada Rabu, 7 Oktober 2026, yang diikuti oleh para pengampu mata pelajaran keagamaan lainnya, termasuk Fidella Agri Marjita, S.Pd. dan Sayied Arkam Boften, S.Pd.I. Seluruh peserta tampak tertib mengikuti jalannya ujian yang terbagi ke dalam beberapa sesi harian sesuai prosedur teknis yang berlaku.
Secara keseluruhan, rangkaian pelaksanaan AKGTK di madrasah ini tidak sekadar menjadi ajang uji kompetensi tahunan, melainkan momentum berharga untuk membangun budaya belajar yang berkelanjutan di kalangan tenaga pendidik. Setiap soal yang dikerjakan menjadi cerminan dari komitmen moral para guru dalam merawat kualitas pendidikan agar senantiasa relevan dengan perkembangan zaman.

Keberhasilan pelaksanaan asesmen ini tentu memberikan suntikan semangat baru bagi seluruh warga madrasah. Diharapkan, ikhtiar peningkatan kapasitas yang telah ditempuh melalui AKGTK ini mampu menjelma menjadi energi positif untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang mencerahkan, handal, dan membanggakan bagi masyarakat luas.